main ke mayestik

m1

hari selasa lalu, saya ke mayestik bersama ibu saya. membeli kain untuk jilbab, menunggu kain dijahit pinggir, makan siang, dan ke toko “MAJU”.

kain untuk jilbab dibeli di toko kain yang selalu dikunjungi ibu saya tiap kali ke mayestik. kalau gak salah namanya “la mode”. kata ibu saya, sejujurnya gak ada alasan khusus kenapa selalu toko itu yang beliau kunjungi. nyaman aja sih. beberapa kali saya juga membeli kain katun motif di sana. niatnya sih kain itu mau dijadikan lining tas-tas rajutan saya, tapi begitulah meski saya suka sekali merajut dan menyulam, saya dapat dikatakan payah dalam urusan jahit menjahit. pada akhirnya beberapa kain tersebut berubah menjadi taplak meja-mejaan. meja-mejaan yang dimaksudkan sebenarnya adalah kardus biasa yang diisi buku-buku layak kilo dan dilapisi kain itu. sehingga jadilah meja-mejaan *hahaha*.

anak kalimat “yang selalu dikunjungi ibu saya tiap kali ke mayestik” terdengar seakan kami sering ke mayestik, ya? padahal mungkin sudah lebih dari setengah tahun sejak kunjungan terakhir kami ke sini. bahkan satu tahun. mayestik sudah banyak berubah sejak terakhir kali kami ke sini. di bagian tengah sudah ada apa yang dinamakan “mall mayestik”. huwow. mall itu gayanya seperti ITC, meski tidak sejlimet ITC. sudah ada gedung parkir yang sedikit banyak mengatasi masalah “gak dapat parkir”. ada banyak toko aneka ria jilbab yang akhir-akhir ini modelnya semakin meriah. beberapa lantai masih cenderung kosong. dan di lantai dua ada banyak sekali toko jahit dan tempat membuat piala. ke situ lah tujuan kami setelah “la mode”.

m2

m3
sembari menunggu jahitan, kami makan siang. setelah makan siang, jahitan belum selesai. saya merajut “selimut pangkuan” yang terdiri dari potongan-potongan heksagon ini, hingga selesai dua potongan heksagon.

m4

lalu ke toko “MAJU”. toko ini sebenarnya juga salah satu tempat wajib kunjung bagi kami sejak dulu.
toko ini sungguh huwow.
jadi, toko ini menjual banyak sekali rupa-rupa kancing, manik-manik, aplikasi, pita, furing, renda, dan BENANG RAJUT.

BENANG RAJUT!!! \(*0*)/
bagi perajut seperti saya, itu adalah godaan yang signifikan. meski berbagai jenis benang yang dijual di situ sudah tidak asing lagi di mata saya yang sebagian friends list facebooknya adalah pedagang benang rajut, tapi benang rajut adalah benang rajut. godaan adalah godaan. rak benang rajut sungguh merupakan pemandangan yang indah sekali. ooh. apa yang harus kulakukan.. *ngelus-ngelus beberapa gulung benang*.
tapi begitulah kali ini keteguhan saya ternyata cukup yoi untuk menangkis godaan tersebut. mengingat kembali stok benang rajut yang naujubile banyaknya di kamar, saya berhasil tidak membeli benang rajut sama sekali di sana. alhamdulillah yah.

awalnya saya berniat sekadar membeli beberapa manik-manik untuk kancing dompet ponsel rajutan saya. tapi apa daya saya SUNGGUH BINGUNG MEMILIH ketika berada di sana. sehingga pada akhirnya saya hanya membeli sedikit. itu juga kepake habisnya bakalan masih lama juga sih. ibu saya membeli beberapa lonceng untuk kucing kami. dari sini saya mendapat pelajaran untuk mendata dengan jelas mengenai benda-benda macam apa saja yang sesungguhnya ingin saya beli di toko ini sebelum mengunjunginya. karena saya sungguh bingung itu adalah apa mengapa seperti ini banyak sekali variasinya mau yang mana dan lain-lain sebagainya.

Advertisements
This entry was posted in keseharian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s