laporan akhir pekan (3-4 mei 2013)

akhir pekan ini adalah akhir pekan yang cukup gila. meski masih dibayangi deadline, saya pergi menonton dua film lokal berturut-turut. film pertama banyak berhubungan dengan masalah buruh perempuan. film kedua adalah serangkaian percintaan yang janggal dan manis di seputar sebuah SLB.

hanya ada tiga orang yang hadir dalam teater tempat saya menonton film pertama. empat kalau koko ikut dihitung. di film kedua, hadir lumayan banyak penonton di teater. entah tigabelas atau limabelas. di antaranya ada empat bekeluarga yang duduk di belakang saya. mereka suka grasak grusuk dan pret every once a while. ada juga sepasang ABG (angkatan babe gue) yang ngemeng melulu hingga akhirnya seorang pria muda menegur pasangan ABG tersebut.

saya meninggalkan bioskop dengan hati yang segar rasa jambu merah. saya lupa bawa booklight, jadi sepanjang jalan saya baca pocket. saat itu saya masih dihantui bayangan deadline. saya merasa gentar, tapi apa mau dikata. yang ada juga reisi duaribukata kemarin hang out di toko buku beli buku banyak banget.

saya berencana bekerja keras di keesokan harinya, tapi bisa kali ganti warna kuku dulu. meski kemudian apa yang terjadi adalah bahwa saya bekerja sambil ganti warna kuku. saya lolos dari deadline dan saya percaya keajaiban.

Posted in keseharian | Leave a comment

tentang cinta dalam ruang idiosinketris lepus scandalous

setelah memikirkan tentang bagaimana saya melalui masa demi masa, perubahan demi perubahan dalam diriku, rasanya sebagian besar proses perubahan ini dijalankan dengan cinta. kedengarannya sungguh klise, dan cukup kontradiktif mengingat saat ini saya sedang tidak dapat merasakan cinta yang signifikan selain cinta terhadap ibu saya, bangsa kucing dan seorang polisi fiktif yang tragis. tapi cinta dan patah hati memanglah mereka yang membawa saya dari satu periode ke periode berikutnya.

dulu saya sempat merasa bahwa saya sebenarnya sangatlah baik dalam hal mencintai. saya cenderung tidak banyak menuntut terhadap makhluk-makhluk yang saya cintai, yang saya harapkan hanya bahwa mereka dapat merasa nyaman berbagi rasa dengan saya. saya cenderung mampu mencintai kekurangan mereka. bahkan kekurangan-kekurangan itu lah yang membuat saya semakin mencintai mereka.

hanya saja saya sangatlah payah dalam hal berkomunikasi dan menyampaikan perasaan saya. saya belum pernah benar-benar suka berbicara. saya benci berdebat hingga cenderung menghindari perdebatan. saya kerap takut akan rasa sakit akibat konflik, sehingga saya pun sekadar mundur teratur jika ada hal-hal yang membuat saya merasa tidak nyaman. hingga kemudian perlahan mereka berangkat, dan saya pun gagal membuat mereka merasa nyaman di sisi saya. apanya yang baik dalam hal mencintai, kemudian pikir saya. ditambah lagi dengan kesulitan berkomitmen akhir-akhir ini, hingga di usia duapuluhenam ini saya masih belum mampu membayangkan berbagi hidup dengan satu orang tertentu sepanjang sisa hidup saya. ah, tidakkah pernikahan masih terlalu sakral untuk orang yang gak terlalu loyal seperti saya?

lalu bagaimana cinta dan patah hati mengantar saya dari periode satu ke periode berikutnya? patah hati tahun 2007 mengantarkan saya pada anarkisme dan amarah yang meletup-letup terhadap sistem dan peradaban. patah hati akhir tahun 2008 mengantarkan saya kembali ke ibukota yang sekejam air keras, dimana saya memutar ulang kehidupan akademis saya menjadi mahasiswa hubungan internasional (dulu saya mahasiswa biologi yang mengalami epic fail dalam kimia biologi dan molekular, ditambah amarah terhadap sistem maka berhentilah saya). patah hati di akhir tahun 2012 mengantarkan saya pada dunia kerja yang ternyata membuat saya semakin merasa sinting. di sisi lain, saya jadi semakin mengenal tendensi diri saya. pekerjaan macam apa yang benar-benar saya nikmati, kebencian saya terhadap musik ballad, kepayahan saya dalam bersopan santun dan berkomunikasi, apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya, dan lain-lain sebagainya.

cinta dan patah hati juga memperlihatkan pada saya berbagai sisi dunia yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. selain itu, cinta dan patah hati juga memperkenalkan saya pada dunia kerajinantangan: rajut dan sulam. seakan-akan mereka adalah bahan bakar dalam laju hidup saya. ya ampun, itu puitis banget gak sih?

Posted in kontemplasi dodol | Leave a comment

2007

kadang saya rindu rasa mencintainya. rasa yang muncul ketika saya berjalan di sebelah pagar yang ditumbuhi lumut hati sambil mendengarkan furukawa tomo meracau, sembari mengantisipasi kemunculan sidoski di sudut-sudut tertentu. senyumnya, kecanggungannya yang memikat, keunikan pribadinya yang menggoda, diiringi musim hujan di bulan maret, betapa saya sangat mencintainya saat itu. dan betapa cinta adalah sesuatu yang fana.

seringkali kenangan terpahat pada formasi nada dan warna suara. saat saya mendengarkan lagu-lagu furukawa tomo ketika ia masih tergabung dalam guniw tools, ada kalanya saya mengingatnya. ada kalanya pula saya membayangkan betapa memikatnya kebudayaan nepal, meski itu adalah perihal yang lain lagi.

Posted in kontemplasi dodol | Leave a comment

pulau unggas

kadang pulau-pulau di peta terlihat seperti anggota tubuh unggas yang biasa dimakan manusia. itulah yang terpikir oleh saya ketika saya mengerjakan sebuah dokumen presentasi yang banyak menggunakan logo berupa bentuk-bentuk pulau negara-negara tertentu. yang paling sering terpikir waktu itu adalah betapa miripnya wilayah amerika serikat dengan paha atas kaum Gallidae. dan mungkin pulau-pulau wilayah indonesia tidak benar-benar mirip sayapnya, namun itu lah yang saat itu terpikir oleh saya. padahal saya tidak benar-benar lapar pun pula tidak mengidam makanan hewani tertentu. yang saya inginkan hanyalah menjadi penulis penuh waktu, tinggal dekat dengan alam di rumah yang tidak terlalu besar dan tanpa televisi.

Posted in trance note | Leave a comment

kerbau kedinginan

kerbau mungkin sangatlah menderita apabila kedinginan. apalagi tubuhnya senantiasa telanjang. bahasanya tidak dimengerti manusia yang memegang kuasa atasnya. ia hanya bisa melenguh.

kerbau juga tidak bisa berpelukan dengan sesamanya untuk mencari kehangatan.
kasihan..
unggas yang tidak bisa ciuman pun masih lebih beruntung dengan dikaruniai bulu-bulu yang hangat…..

Posted in trance note | Leave a comment

ikan hiu

seekor terewelu lagi jalan-jalan sambil baca narasi kesepian. dia berpapasan dengan ikan hiu. dia nggak sengaja bersenggolan dengan ikan hiu di pipi. codetlah pipinya kemudian. codetnya berbentuk seperti tulang ikan bawal. padahal senggolannya sama ikan hiu. itu adalah curang.

ikan hiu terlahir bersisik tajam, karenanya bersenggolan dengannya akan membuat lecet-lecet. selain bersisik tajam, ikan hiu juga memiliki gigi berlapis-lapis dan indera penciuman yang sensitif. setelan muka ikan hiu sudah dari sononya sangar, sebagaimana pula setelan muka kelinci dan terewelu sudah dari sononya datar. ikan hiu tidak pernah kencing, karenanya tubuhnya dialiri basa urea dan siripnya digemari orang-orang kurang penting.

Posted in trance note | Leave a comment

laporan buy nothing weekend

saya suka menjalankan berbagai proyek dan eksperimen pribadi untuk melihat bagaimana diri saya merespon terhadap kondisi-kondisi tertentu. dari eksperimen tidak tidur hingga batas waktu yang tidak ditentukan (konon manusia bisa bertahan tidak tidur hingga sembilan hari. sejauh ini saya cuma sanggup hingga dua hari), jalan kaki dari jl. kaliurang km 4 menuju mal malioboro ketika di yogyakarta, menentukan target membaca harian, hingga ikut-ikutan bikin proyek 26 before 27 yang kemudian mengalami kegagalan yang luar biasa itu (hahaha). melalui berbagai proyek dan eksperimen pribadi itu, saya jadi semakin mengenal diri saya sendiri yang saking absurdnya sampai saya sendiri tidak mengerti.

akhir pekan ini saya kembali melakukan sebuah eksperimen yaitu menjalankan semacam buy nothing weekend. ini benar-benar spin-off kasar dari buy nothing day yang saya sendiri lupa entah kapan persisnya itu. selain karena ingin menabung, tantangan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan saya terhadap fenomena konsumerisme yang sangat intens di sekeliling saya. sepanjang jalan menuju tempat beraktivitas, kita dibombardir berbagai iklan himbauan untuk belanja. lingkaran pergaulan kerap menjadikan kegiatan belanja sebagai tiang bahkan fondasi hubungan antar manusia. gak belanja gak gaul. gak jajan gak asik. gak bisa hidup tanpa belanja. tidak pernah cukup memiliki beberapa setel pakaian, tas atau sepatu. fenomena yang sakit.

ada apa dengan kegiatan belanja? kenapa banyak di antara kita yang gak bisa hidup tanpa belanja? masa iya sih kita gak bisa meninggalkan makanan cepat saji yang kaya akan radikal bebas dan harganya nggak seramah makanan rumahan? bisa nggak sih kita, terutama penghuni kota, keluar dari lingkup konsumerisme? hingga kemudian saya penasaran dengan bagaimana rasanya jika akhir pekan ini saya jalankan tanpa membeli apa pun. buy nothing weekend. bring it on!

sabtu yang cerah. kebetulan saya masih punya tugas dari kantor yang harus diselesaikan dan dikirim hari minggu. saya menyibukkan diri dengan tugas tersebut, dan membaca berbagai hal yang menarik. kesempatan yang baik untuk sejenak melupakan konsep belanja. pagi itu pun saya mendapat rejeki berupa nasi uduk gratis yang enak dan menyenangkan. menjelang siang, saya menyadari betapa sebenarnya makanan di rumah masih cukup melimpah dan bisa mendukung saya bertahan hidup tanpa belanja makanan lagi selama beberapa hari. stok teh juga sungguh melimpah hingga tidak perlu benar rasanya ngelayap ke kedai untuk membeli minuman enak. dasar bocah tua nakal yang beruntung.

sabtu itu saya tidak merasakan hambatan yang berarti, meskipun tidak berarti pula saya sama sekali tidak merasakan cobaan yang sungguh menggemaskan. berikut adalah hal-hal tersebut:

hari minggu saya lalui dengan lebih baik. saya tidur tidak sebanyak yang saya kira. beberapa saat setelah saya terbangun, saya ditelpon untuk kembali menyunting tugas yang saya kerjakan di hari sebelumnya. saya membaca dan tertidur. saya menemukan sebungkus susu jahe di pedalaman stok bahan minuman di dapur. saya tidak belanja dan saya baik-baik saja.

satu hal yang membuat saya sempat gundah adalah ketika saya menyadari betapa bantalan baterai komputer saya sudah memuai dan membuatnya terlihat cukup jelek dari luar. karena komputer ini model yang sudah cukup lama, saya ragu apakah masih ada yang menjual baterai cadangan yang kompatibel untuknya. pikiran untuk membeli komputer baru sungguhlah drastis dan membuat saya agak sedih. hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk bertahan dengan komputer ini karena toh fungsi internalnya masih sangat cantik dan romantis.

hari minggu hampir berlalu dan beberapa jam lagi saya harus kembali beraktivitas di tempat kerja yang sarat godaan konsumeris. saya mulai kembali merenungkan tentang langkah-langkah apa saja yang dapat saya lakukan sehari-hari untuk menekan kebutuhan akan belanja apalagi jajan. bagi yang belum terbiasa, melawan konsumerisme bukanlah hal yang mudah. jadi, perlu dilatih dan dimulai dari sekarang. langkah selanjutnya yang perlu dilakukan mungkin adalah dengan menjadi lebih mindful dalam menjalani keseharian. kenapa saya merasa butuh belanja atau jajan? apa yang sebenarnya saya perlukan? apa saya bisa hidup tanpa jajan hari ini? 

Posted in keseharian, kontemplasi dodol | Leave a comment